5 Cara yang bisa mempercepat proses pembuatan website

0

Dalam pengembangan sebuah website saat ini, dalam hitungan menit saja sudah bisa mengembangkan website dengan hasil yang sangat bagus dan tampilannya pun sudah mengalahkan yang dibanding dengan merancangnya dengan manual.Misalnya pengembangan website menggunakan Wix, WordPress, Squarespace, dan website builder sejenis lainnya.

Nah, yang saya share dalam artikel saat ini adalah website yang dikembangkan oleh kalian tetapi melalui tahap – tahap pengembangan website pada umumnya dari desain hingga implementasi alias perlu ngoding  ( baca: menulis kode ).

Oke sedikit share juga, jadi untuk kalian yang membuat website untuk keperluan cepat / kilat dan biasanya untuk klien karena deadline yang juga cepat saya sarankan menggunakan website builder sejenis seperti yang disampaikan diatas.Asal requirements / kebutuhannya terpenuhi, tidak jadi masalah.Alasan lain karena, pasti hasilnya juga lebih baik dalam pengerjaan yang diberi jangka waktu cukup dekat.

Melanjutkan ke topik utama, berikut 5 Cara yang bisa mempercepat proses pembuatan website :

1. Mengetahui Tujuan Pengembangan

Sangat penting untuk mengetahui rancangan website yang akan dibuat.Tanpa mengetahui keperluan apa yang akan dibuat untuk website.Tentu akan kesulitan menentukan batasan fitur yang akan dikembangkan.Cara mudah untuk mengetahui website yang akan dibuat seperti apa adalah membuat list fitur yang akan dikembangkan untuk website.Misalnya :

Tujuan website yang akan dibuat : Toko online untuk fashion

2. Planning Website

Perlu diketahui juga, website yang ingin dikembangkan akan diisi apa maka dari itu perlu dilakukan perancangan website supaya lebih terstruktur.Setelah mengetahui tujuannya lalu bisa mulai menulis daftar fiturnya.

Contoh daftar fiturnya :

  1. Membership
  2. Shopping Cart / Keranjang Belanja
  3. Sistem Order
  4. Halaman Produk
  5. Sistem Pengiriman
  6. dll

Dan lain sebagainya, misal ada fitur tambahan seperti fitur blog untuk menulis artikel / posting.Tetapi dalam menuliskan daftar fitur, dari pendapat saya menuliskan daftar fitur utama terlebih dahulu yang menunjang sistem website tersebut.Hal yang lain adalah melakukan pembuatan sitemap ( peta situs ) dan layout website.Contoh sitemap bisa saja dalam bentuk hirarki ataupun list seperti :

  • Home
  • Product
    • All Category
    • Fashion Pria
    • Fashion Wanita
  • About Us
  • Login
  • Daftar
  • Contact

Anda bisa mengembangkan lebih banyak lagi sesuai kebutuhan website yang jelas sama seperti fitur, tuliskan fitur – fitur yang menjadi prioritas terlebih dahulu.Oh iya, rancangan ini sangat disarankan untuk mencari contoh – contoh sistem yang sudah ada, karena akan mempercepat proses perancangan ini.

3. Gunakan yang sudah ada

Kalau yang ini adalah pilihan, Anda senang membuat dari awal / nol atau mengembangkan yang sudah ada menjadi lebih baik atau cocok dengan kebutuhan website.Untuk poin yang ketiga ini bisa memangkas waktu yang sangat banyak dari poin – poin lainnya.Semisal dari contoh diatas adalah mengembangkan toko online, seharusnya kita cari referensi terlebih dahulu, sistem yang ingin dibuat seperti apa termasuk list fiturnya.Lalu pada tahap pengembangan seharusnya kita bisa menggunakan toko online yang fiturnya mirip – mirip yang akan dikembangkan, tentu kita tidak perlu buat dari awal untuk metode / teknik / fungsi dalam bentuk kode, bisa dicari dengan kata kunci source code toko online misalnya.Begitu juga fitur – fitur lainnya seperti login / daftar yang sudah sangat banyak bertebaran diinternet dengan berbagai kompleksitasnya.

4. Manfaatkan tools pengembangan

Poin keempat juga mempengaruhi kecepatan pengembangan website, karena apabila kita tidak pernah memanfaatkan tools pengembangan, saya yakin pasti pengerjaan tentunya lebih lambat dibandingkan dengan developer yang memanfaatkan tools pengembangan.Misal saja, memanfaatkan framework atau library dalam mengimplementasikan suatu fungsi.Jadi, daripada mengembangkan fitur tersebut dari nol, kita bisa memanggil lewat fungsi yang sudah disediakan.

Sejatinya, kita banyak sudah banyak menggunakan fungsi fungsi ini dalam pemrograman, hanya saja kalau di framework / library biasanya memang dibuat secara khusus bisa jadi optimasi dari fungsi yang sudah ada dalam bahasa pemrograman tersebut atau fitur baru tetapi belum ada di bahasa pemrograman tersebut.Untuk library sendiri isinya murni fungsi – fungsi yang akan digunakan, berbeda halnya framework alias kerangka kerja yang bisa sekaligus menjadi pondasi pengembangan yang jauh lebih terstruktur ( kode tidak berantakan penempatannya ).

Dalam penggunaan tools tidak sebatas framework atau library saja, lebih dari itu, misalnya saja saat pengembangan website dibutuhkan testing fungsi, daripada melakukan test berulang – ulang secara manual, bisa menggunakan semacam Unit Test atau automation browser testing seperti Selenium.

Text editor untuk menulis kode pun mempengaruhi.Anggap saja, text editor yang tidak memiliki fitur code highlight, auto complete, pengecekan kode error akan menyulitkan pengembang untuk melakukan tracking error atau penulisan syntax yang benar dalam kodenya.

5. Jangan buat fitur yang tidak digunakan saat itu juga

Jangan pernah buat fitur yang biasanya sekilas muncul dipikiran Anda, seperti “Ini nanti akan berguna, jadi saya implementasikan sebagian”, “Pasti ini fungsi akan berguna suatu saat”, “Saya menulis fungsi ini yang nanti akan digunakan untuk ini” dan berbagai alasan lainnya untuk pembuatan fitur tetapi tidak langsung digunakan saat itu juga.Kebanyakan kalau yang seperti ini akhirnya kode yang tulis menjadi sia – sia, hanya menambah – nambah LOC ( Line Of Code ) saja.Tentu saja ini membuang – buang waktu.Jadi, kerjakan yang perlu diimplementasikan dan hindari pikiran seperti yang diatas.Sebagai informasi ini merupakan salah satu prinsip programming yaitu YAGNI (You aren’t gonna need it ).

Selamat mengembangkan website ! Semoga sharing ini bermanfaat !

Standing on the shoulders of giants – Isaac Newton

 

LEAVE A REPLY